Berita

Hujan Disertai Angin Pada Jumat Hingga Sabtu Lalu, Sebabkan Pohon Tumbang Dan Bangunan Rusak

26 Januari 2026
BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH
73
Bagikan ke
Hujan Disertai Angin Pada Jumat Hingga Sabtu Lalu, Sebabkan Pohon Tumbang Dan Bangunan Rusak

 

CIREBON – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang menerjang wilayah Kota Cirebon selama dua hari berturut-turut, mulai Jumat (23/1) hingga Sabtu (24/1). Rentetan kejadian ini mengakibatkan sejumlah pohon tumbang, akses jalan terganggu, hingga kerusakan pada rumah warga dan fasilitas perkantoran.

 

Hujan yang mengguyur Kota Cirebon sejak jumat (23/1) pagi menggakibatkan beberapa kejadian seperti pohon tumbang dan rumah rusak. Sekitar pukul 15.00 WIB, sebuah pohon Jaran berdiameter ±50 cm dengan panjang 10 meter tumbang di wilayah Samadikun Utara, Kelurahan Kesenden. Pohon tersebut dilaporkan menimpa 1 unit rumah milik Bapak Manto.

 

 

Tak jauh dari sana, di wilayah Katiasa, atap rumah milik Bapak Deden juga mengalami kerusakan ringan yang berdampak pada satu kepala keluarga.

Hanya berselang 30 menit, dua pohon jenis Randu dan Kutat di Jl. Kayuwalang, Kelurahan Karyamulya, tumbang ke badan jalan. Kejadian ini sempat melumpuhkan aktivitas warga karena batang pohon menutup akses jalan.

 

Memasuki malam hari, angin kencang kembali memicu insiden di pusat kota. Pukul 22.30 WIB, pohon Tabebuya di Jl. Karanggetas, tumbang dan memutus kabel jaringan internet.

Dampak paling signifikan terjadi pada pukul 23.00 WIB di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon. Angin kencang menyebabkan kerusakan serius pada bagian atap kantor. Petugas BPBD dan instansi terkait langsung bergerak cepat melakukan evakuasi peralatan kantor ke lokasi aman. Guna memastikan pelayanan tetap berjalan, petugas mendirikan tenda darurat di halaman kantor untuk keperluan pelayanan publik sementara.

 

Memasuki hari Sabtu (24/1), dampak cuaca ekstrem bergeser ke wilayah Kecamatan Harjamukti. Berdasarkan data yang dihimpun:

Pukul 14.30 WIB di Kalitanjung Barat, rumah milik Bapak Lugani mengalami kerusakan atap. Sebanyak 3 KK atau 9 jiwa terdampak akibat insiden ini.

 

Pukul 20.00 WIB di wilayah Kuranji, atap rumah Bapak Suparno juga dilaporkan rusak ringan, berdampak pada 2 KK dengan total 6 jiwa.

 

Upaya Penanganan Pihak berwenang telah melakukan langkah-langkah darurat sejak laporan pertama diterima. "Kami terus melakukan pendataan dan assessment di lapangan. Koordinasi lintas sektor diperkuat untuk mempercepat pembersihan material pohon yang tumbang, selain itu kami juga mengirimkan bantuan berupa buffer stock kepada warga terdampak,"

 

Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi di awal tahun ini.

 

--

mchmmdka

Bagikan ke