Kota Cirebon Dikepung Banjir, Ratusan Rumah di 4 Kelurahan Terendam Hingga 1,5 Meter
CIREBON – Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang
mengguyur Kota Cirebon sejak Senin sore (5/1/2026) memicu luapan sejumlah
sungai besar. Akibatnya, pemukiman warga di empat kelurahan terendam banjir
dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.
Berdasarkan data yang dihimpun, hujan mulai turun sekitar
pukul 16.00 WIB dan menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Wilayah
terdampak paling parah berada di Kecamatan Harjamukti, meliputi Kelurahan
Harjamukti, Kelurahan Larangan, dan Kelurahan Kalijaga. Banjir juga meluas
hingga ke Kelurahan Pegambiran di Kecamatan Lemahwungkuk.
Evakuasi Menggunakan Perahu
Kondisi paling kritis dilaporkan terjadi di Kelurahan
Kalijaga, di mana ketinggian air yang mencapai 1,5 meter memaksa petugas
gabungan melakukan evakuasi darurat.
"Petugas dikerahkan menggunakan perahu untuk menyisir
warga yang terjebak di dalam rumah, terutama di titik-titik terdampak paling
dalam," ujar petugas di lapangan.
Selain merendam pemukiman, akses transportasi juga sempat
lumpuh akibat genangan air di beberapa ruas jalan protokol, di antaranya Jl.
Terusan Pemuda dan Jl. Ciremai Raya.
Penanganan Pascabanjir
Memasuki pukul 22.30 WIB, air dilaporkan mulai berangsur
surut, dan warga mulai kembali ke rumah masing-masing untuk mengamankan barang
berharga. Meski demikian, musibah ini menyisakan kerusakan infrastruktur yang
cukup serius. Sejumlah tanggul dan sandaran sungai di Kelurahan Kalijaga
dilaporkan jebol akibat tak kuat menahan derasnya arus.
Hingga Selasa pagi (6/1/2026), ratusan rumah masih tertutup
lumpur tebal. Petugas gabungan dari BPBD, TNI/Polri, Pemerintah dan relawan
masih bersiaga di lokasi untuk membantu warga membersihkan sisa material banjir
serta mendistribusikan bantuan logistik.
"Fokus kami saat ini adalah penanganan pascabanjir,
mulai dari pembersihan fasilitas umum hingga memastikan bantuan logistik sampai
ke tangan warga yang terdampak," pungkasnya.
-mchmmdka